Senin, 29 Agustus 2016
Sabtu, 27 Agustus 2016
Ummu Hani_PERUBAHAN SOSIAL
Diposting oleh Unknown di 14.50
PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan
Hindu/budha (india, cina) = 4 s/d 6
Islamiah (arab, gujarat/Goa) = 7 s/d 13
Bangsa eropa = portugis, spanyol, belanda, inggris
Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu
kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua
cara penetrasi damai (penetration pasitique) dan penetrasi kekerasan
(penetration violante)
Akulturasi kebudayaan adalah bersatunya dua kebudayaan
sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur budaya asli.
Contohnya, bentuk bangunan burobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan
asli indonesia dan kebudayaan india.
Asimilasi kebudayaan adalah bercampurnya dua kebudayaan
sehingga membentuk kebudayaan baru
Sintesis kebudayaan adalah bercampurnya dua kebudayaan yang
berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayan baru yang sangat berbeda dengan
kebudayaan asli
Label: ADAPTIF
Bayi Arnah Infeksi Paru-Paru Karena Makan Ular?
Diposting oleh Unknown di 12.35Bayi Arnah Infeksi Paru-Paru Karena Makan Ular?
Arnah
Destiani yang berusia 18 bulan dan dikabarkan memakan ular mengalami
gangguan kesehatan. Arnah buang air berdarah dan sesak nafas karena infeksi
yang akibat sisik ular masuk ke saluran pernapasannya melalui mulut sang bayi.
"Makan
sisik ular dumung, paru-parunya udah infeksi, udah luka kata dokter," kata
Arnasah (31), sang ibunda, di Serang, Banten.
Karena ketidaktahuan akan kesehatan dan
minimnya keuangan yang dimiliki keluarga tersebut, membuat Arsanah harus
menahan sedih tak membawa sang putri untuk berobat ke rumah sakit karena tak
memiliki biaya. "Makan
aja seadanya, kadang makan kadang enggak, apa lagi BPJS itu. Tadi nya kalau ga
parah mah ga mau dibawa ke puskesmas sama rumah sakit," kata dia.
Arnasah, warga Kampung Linduk, Desa Linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten
Serang, Banten, mengaku telah tiga tahun menempati rumah tersebut. Dengan rumah
berlantai tanah dan dan bilik bambu hasil sumbangan warga sekitar. Dirinya
hidup bersama suami dan anaknya.
"Tadinya tinggal di Panimbang (Pandeglang). Ini juga yang bangun
masyarakat, seikhlasnya. Bangun rumah yang minta sokongan (sumbangan) Pak RT.
Tanahnya punya pemerintah," kata dia.
Sebelumnya sempat diberitakan bahwa, kondisi Arnah sempat lemah karena
menderita diare dan gangguan pernafasan yang diduga karena lingkungan rumahnya
yang tak bersih dan memakan ular. Rumah tersebut dikelilingi sawah dan irigasi
dengan air yang kotor. Bahkan sungai kotor di depan rumahnya jadi tempat Mandi Cuci Kakus
(MCK).
Label: UMUM
Contoh pidato
Diposting oleh Unknown di 10.15
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya berbicara tentang pesantren sebagai transformator nilai budaya bangsa. Manusia adalah mahluk yang yang multi dimensi, keberadannya merupakan mahluk Tuhan yang memiliki dimensi spiritual, sosial, individual, sekaligus kultural. Dalam setiap dimensi kehidupannya manusia memilki nilai yang ia anut dan yakini kebenarannya.
Fraenkel (1977:10) mengemukakan bahwa nilai (value) merupakan wujud dari aspek afektif (affective domain) serta berada dalam diri seseorang, dan secara utuh dan bulat merupakan suatu sistem, dimana bermacam nilai (nilai keagamaan, sosial budaya, ekonomi, hukum, estetis, etik, dan lain-lain) berpadu jalin menjalin serta saling meradiasi (mempengaruhi secara kuat) sebagai suatu kesatuan yang utuh. Sistem nilai ini sangat dominan menentukan perilaku dan kepribadian seseorang. Selaras dengan itu, Djahiri (1985:18) mengemukakan bahwa nilai sangat berpengaruh karena merupakan pegangan emosional seseorang (values are powerful emotional commitment).
Nilai berkaitan erat dengan kehidupan manusia, keberadaannya sering kali bersandingan dengan norma, sikap, dan keyakinan., Dalam teori sosial budaya dikatakan bahwa nilai-nilai yang dianut oleh seseorang atau masyarakat akan termanifestasi dalam bentuk sikap dan perilaku. Maka dari itu nilai bagi manusia adalah wujud afektif yang memungkinkan pemiliknya untuk bertindak berdasar nilai yang dimilikinya. Berbicara mengenai nilai tentunya tidak lepas dari konsep budaya yang menurut Brown mengarah pada sebuah kumpulan nilai, sikap, kepercayaan dan norma-norma bersama, beberapa darinya ada yang eksplisit dan ada yang implisit. Kumpulan nilai, sikap, dan kepercayaan berkembang menjadi sebuah kebudayaan yang dianut oleh masyarakat.
Kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat disinyalir lebih efektif dalam mengatur tingah laku manusia dibandingkan dengan formula atau aturan yang digelontorkan pemerintah, maka dari itu tak heran jika pancasila sebagai pedoman bangsa berakar dari budaya asli indonesia.
Melihat konteks budaya yang dimiliki oleh bangsa indonesia, tentunya dapat dikatakan bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang berpotensial untuk menjadikan perilaku warganya bermoral dan berkarakter sebagai aset kemajuan bangsa, mengingat nilai secara mendalam berorientasi pada moral (Brown : 1998). Nilai yang merupakan salah satu unsur kebudayaan dikatakan brown berkaitan secara mendalam dengan moral, kode-kode susila, dan menentukan pikiran orang tentang apa yang semestinya dilakukan.
Hadirin yang berbahagia
Eksistensi budaya dalam memajukan bangsa adalah hal yang esensial dalam membentuk manusia yang bermoral dan berkarakter, namun permasalahan yang menggejala pada abad ini adalah kecenderungan munculnya fenomena ‘’manusia lupa budaya’’ atau krisis identitas dalam gempuran arus globalisasi. Globalisasi sebagai salah satu kemajuan manusia abad 21 mengaburkan batas-batasbudaya yang dimiliki setiap negara sehingga trasformasi nilai budaya bangsa dihadapkan pada kondisi dilematik dimana sebagian besar generasi muda sebagai pewaris budaya bangsa lebih mengekor pada budaya bangsa lain. Fenomena ini berimplikasi pada tergerusnya nilai-nilai budaya bangsa.
Adapun nilai-nilai budaya bangsa indonesia terkristalisasi dari nilai Pancasila yang mencakup; kebersamaan, persatuan dan kesatuan, toleransi, musyawarah mufakat, empati, cinta tanah air, dan gotong royong. Transformasi nilai budaya bangsa sangat diperlukan demi terciptanya generasi muda yang sadar akan identitas dirinya, namun permasalahan yang kerap kali muncul adalah berkenaan dengan media apa yang secara efektif mampu menjadi transformator nilai budaya bangsa.
Permasalahan tersebut sampai sekarang menjadi sebuah permasalahan universal yang menghinggapi berbagai pelaku pendidikan, mengingat salah satu fungsi pendidikan adalah enkulturasi atau pembudayaan peserta didik. Berkaitan dengan fenomena tersebut, pesantren sebagai lembaga pendidikan, disebut-sebut oleh C. Geertz sebagaisub kultur masyarakat indonesia. Keberadaanya sebagai bagian dari budaya bangsa ternyata diyakini sebagai potret konsistensi budaya di tengah arus modernitas.
Pesantren merupakan lembaga berbasis sosial yang keberadaannya menyatu dengan masyarakat. Secara umum pesantren hidup dari, oleh dan untuk masyarakat, sehingga dalam proses nya kehidupan pesantren berprinsip pada nilai agama tanpa menyampingkan kebudayaan masyarakat. Kata pesantren berasal dari akar kata santri dengan awalan ”pe” dan akhiran ”an” berarti tempat tinggal para santri.
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya berbicara tentang pesantren sebagai transformator nilai budaya bangsa. Manusia adalah mahluk yang yang multi dimensi, keberadannya merupakan mahluk Tuhan yang memiliki dimensi spiritual, sosial, individual, sekaligus kultural. Dalam setiap dimensi kehidupannya manusia memilki nilai yang ia anut dan yakini kebenarannya.
Fraenkel (1977:10) mengemukakan bahwa nilai (value) merupakan wujud dari aspek afektif (affective domain) serta berada dalam diri seseorang, dan secara utuh dan bulat merupakan suatu sistem, dimana bermacam nilai (nilai keagamaan, sosial budaya, ekonomi, hukum, estetis, etik, dan lain-lain) berpadu jalin menjalin serta saling meradiasi (mempengaruhi secara kuat) sebagai suatu kesatuan yang utuh. Sistem nilai ini sangat dominan menentukan perilaku dan kepribadian seseorang. Selaras dengan itu, Djahiri (1985:18) mengemukakan bahwa nilai sangat berpengaruh karena merupakan pegangan emosional seseorang (values are powerful emotional commitment).
Nilai berkaitan erat dengan kehidupan manusia, keberadaannya sering kali bersandingan dengan norma, sikap, dan keyakinan., Dalam teori sosial budaya dikatakan bahwa nilai-nilai yang dianut oleh seseorang atau masyarakat akan termanifestasi dalam bentuk sikap dan perilaku. Maka dari itu nilai bagi manusia adalah wujud afektif yang memungkinkan pemiliknya untuk bertindak berdasar nilai yang dimilikinya. Berbicara mengenai nilai tentunya tidak lepas dari konsep budaya yang menurut Brown mengarah pada sebuah kumpulan nilai, sikap, kepercayaan dan norma-norma bersama, beberapa darinya ada yang eksplisit dan ada yang implisit. Kumpulan nilai, sikap, dan kepercayaan berkembang menjadi sebuah kebudayaan yang dianut oleh masyarakat.
Kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat disinyalir lebih efektif dalam mengatur tingah laku manusia dibandingkan dengan formula atau aturan yang digelontorkan pemerintah, maka dari itu tak heran jika pancasila sebagai pedoman bangsa berakar dari budaya asli indonesia.
Melihat konteks budaya yang dimiliki oleh bangsa indonesia, tentunya dapat dikatakan bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang berpotensial untuk menjadikan perilaku warganya bermoral dan berkarakter sebagai aset kemajuan bangsa, mengingat nilai secara mendalam berorientasi pada moral (Brown : 1998). Nilai yang merupakan salah satu unsur kebudayaan dikatakan brown berkaitan secara mendalam dengan moral, kode-kode susila, dan menentukan pikiran orang tentang apa yang semestinya dilakukan.
Hadirin yang berbahagia
Eksistensi budaya dalam memajukan bangsa adalah hal yang esensial dalam membentuk manusia yang bermoral dan berkarakter, namun permasalahan yang menggejala pada abad ini adalah kecenderungan munculnya fenomena ‘’manusia lupa budaya’’ atau krisis identitas dalam gempuran arus globalisasi. Globalisasi sebagai salah satu kemajuan manusia abad 21 mengaburkan batas-batasbudaya yang dimiliki setiap negara sehingga trasformasi nilai budaya bangsa dihadapkan pada kondisi dilematik dimana sebagian besar generasi muda sebagai pewaris budaya bangsa lebih mengekor pada budaya bangsa lain. Fenomena ini berimplikasi pada tergerusnya nilai-nilai budaya bangsa.
Adapun nilai-nilai budaya bangsa indonesia terkristalisasi dari nilai Pancasila yang mencakup; kebersamaan, persatuan dan kesatuan, toleransi, musyawarah mufakat, empati, cinta tanah air, dan gotong royong. Transformasi nilai budaya bangsa sangat diperlukan demi terciptanya generasi muda yang sadar akan identitas dirinya, namun permasalahan yang kerap kali muncul adalah berkenaan dengan media apa yang secara efektif mampu menjadi transformator nilai budaya bangsa.
Permasalahan tersebut sampai sekarang menjadi sebuah permasalahan universal yang menghinggapi berbagai pelaku pendidikan, mengingat salah satu fungsi pendidikan adalah enkulturasi atau pembudayaan peserta didik. Berkaitan dengan fenomena tersebut, pesantren sebagai lembaga pendidikan, disebut-sebut oleh C. Geertz sebagaisub kultur masyarakat indonesia. Keberadaanya sebagai bagian dari budaya bangsa ternyata diyakini sebagai potret konsistensi budaya di tengah arus modernitas.
Pesantren merupakan lembaga berbasis sosial yang keberadaannya menyatu dengan masyarakat. Secara umum pesantren hidup dari, oleh dan untuk masyarakat, sehingga dalam proses nya kehidupan pesantren berprinsip pada nilai agama tanpa menyampingkan kebudayaan masyarakat. Kata pesantren berasal dari akar kata santri dengan awalan ”pe” dan akhiran ”an” berarti tempat tinggal para santri.
Label: NORMATIF
Ummu Hani_Contoh Percakapan Bahasa inggris
Diposting oleh Unknown di 09.00
Asyuni: "halo"
Fauzia: "hallo to, why you call me?"
Shalma: "have you time for to night?"
Fauzia: "yes, i have time, what’s wrong?"
Shalma: "let’s go to the caffe prancis"
Fauzia: "for what there?"
Shalma: "we send task and download korean drama"
Fauzia: "ok, i will go?"
Shalma: "we go at 09.00 pm"
Fauzia: "okey, i wait in the caffe prancis"
Shalma: "okey!!"
Label: ADAPTIF
Jumat, 26 Agustus 2016
Ummu Hani_JENIS-JENIS PROTOKOL JARINGAN
Diposting oleh Unknown di 12.45
JENIS-JENIS PROTOKOL JARINGAN
Contoh-contoh protokol yg paling populer di gunakan adalah ethernet local tall, token ring, have FDDI.
-protocol jaringan ethernet merupakan protocol yang paling banyak digunakan. Ethernet menggunakan cara masuknya akses methord yg dikenal sebagai CSMA/CD (carrier sense multiple acces/collision detection) biasanya digunakan topologi linear,bus.
-bintang/pepohonan data bisa di kirim menggunakan kabel.
-pasangan berpintal (twisted pair), kabel sipaxi (coksial) atau kabel pyber optick pada kecepatan 10 mbps.
-protocol jaringan ethernet cepat (fast ethernet) untuk meningkatkan pengiriman informasi yang lebih cepat, protocol ethernet telah membangun suatu standar mendukung dan memungkinkan 100 mbps. Inilah yang di kenal sebagai ethernet panas. Ethernet cepat membutuhkan pergunaan concerator/ pusat yang berbeda dan lebih mahal biayanya dan jaringan kartu antar muka (network interface card).
Protocol jaringan local tall adalah jaringan yg di kembangkan oleh apple komputer machintos. Cara yang digunakan CSMA/CD. System operasi machintos memungkinkan system operasi sesama clien (peer to peer) tanpa perlu perangkat lunak tambahan dengan penambahan versi file apple share , system clien server boleh di laksanakan. Mengisinkan topologi linear bus/ topologi tree dengan menggunakan kabel pasangan berpintal. Kekurangan dari segi kecepatan untuk pengiriman informasi local tall hanya 230 kbps. Protocol jaringan token ring di kembangkan oleh perusahaan IBM pada pertengahan tahun 1980-an. Cara masuknya menggunakan informasi di dalam suatu lingkaran. Protocol taken ring menghendaki topologi star. Ring dengan petunjuk kabel pasangan berpintal/piberoptick. Ia beroperasi pada kecepatan 4 mbps/16 mbps. Oleh karna penggunaan ethernet yang semakin populer, lingkungan sekolah kurang menggunakan gelang token.
-protocol jaringan fiber distribut data interfase (FDDI) merupakan 1 protocol jaringan pertama untuk menghubungkan 2 atau lebih jaringan area local. Untuk wilayah yang jauh jaraknya. Cara masuk yg digunakan FDDI juga melibatkan pengiriman token. FDDI menggunakan topologi.
-fisik ring kembar, kelebihan kecepatan di dalam pengiriman informasi. Ia beroperasi menggunakan kabel fiber optick di 100 mbps.
Label: PRODUKTIF
IPA (jenis-jenis interaksi)
Diposting oleh Unknown di 12.35
NO
|
JENIS-JENIS INTERAKSI
|
CONTOH INTERAKSI
|
MANFAAT INTERAKSI
|
1.
|
-mutualisme
|
-jamur ragi (fungi) dengan kedelai
|
-membentuk kedelai menjadi tempe
|
2.
|
-komensalisme
|
-ikan remora mengambil makanan dari sisa makanan ikan hiu
|
-ikan hiu tidak di rugikan dari ikan remora
-ikan remora diuntungkan karna mudah mncari makanan di sekitar arus air yang dilewati oleh ikan hiu
|
3.
|
-alelopati
|
-hubungan/ interaksi antarorganisme
-loksin atau racun
|
-tanaman pinus mensekresikan zat yg menyebabkan tanah di sekitarnya menjadi terlalu asam sehingga tanaman lain tidak dapat tumbuh di sekitarnya
-beberapa jenis fungi dapat menghambat pertumbuhan bakteri
|
4.
|
-predasi
|
-organisme memangsa organisme lainnya
|
-singa dengan kijang atau rusa
-kuda dengan rumput
-kantung semar dengan lalat
|
Label: ADAPTIF
Subscribe to:
Postingan (Atom)



