Kamis, 22 September 2016

Ummu Hani_Koalisi Cikeas Usung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilkada DKI



Koalisi Cikeas Usung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilkada DKI


 

Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKB akhirnya resmi mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menjadi bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta‎ 2017. 
"Kita menetapkan calon gubernur DKI Jakarta yaitu Mas Agus Bambang Harimurti Yudhoyono, dengan calon wakil gubernur adalah Sylviana Murni. Ini adalah rahmat dan merupakan bukti bahwa kalau kita sabar Allah memberikan ‎rahmat," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di kediaman SBY, Cikeas, Bogor, Jumat (23/9/2016) dini hari.
Syarief mengatakan, Agus merupakan sosok yang memiliki kemampuan mumpuni untuk menjadi pemimpin di Ibu Kota.
"Menjadikan Jakarta merakyat itu dibutuhkan pemimpin yang bisa panutan untuk semua, seseorang yang memiliki wawasan dan kredibilitas luas,‎ itu dimiliki oleh Agus Harimurti," ujar dia.
Ia menambahkan, pihaknya berharap pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana bisa terpililh untuk mengalahkan pasangan petahana dan bisa menjadikan Jakarta lebih baik lagi.
"Untuk itu saudara-saudara mari kita mensyukuri nikmat ini, ini merupakan rahmat. Insya Allah menjadikan perubahan Jakarta untuk rakyat‎," tandas Syarief

Sabtu, 10 September 2016

Ummu Hani_Cari Pemilik Pistol, Polisi Akan Konfrontir Aa Gatot dan Ary Suta

Cari Pemilik Pistol, Polisi Akan Konfrontir Aa Gatot dan Ary Suta
Meski sudah delapan orang saksi diperiksa, penyidik Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya belum mempertemukan atau mengkonfrontir Gatot Brajamusti dengan Ary Suta dalam kasus kepemilikan dua senjata api. Sebab, hingga kini pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi-saksi.
"Setelah beberapa orang yang diperiksa seperti RA, DS, ET dan lainnya tidak ada nama-nama orang baru lagi, baru kita panggil (GB). Tapi kalau misalnya ada orang baru lagi otomatis kita panggil lagi orang-orang lingkungan itu," ujar Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto, di Polda Metro Jaya, Rabu (14/9/3016).
Pemeriksaan saksi terkait kepemilikan senjata api Gatot masih bakal panjang. Sejauh ini, pemeriksaan saksi masih berlanjut dan menghadirkan nama-nama baru. Budi menyebutkan, bila selesai memeriksa seluruh saksi dan tidak muncul nama baru, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan berangkat ke Nusa Tenggara Barat untuk mempertemukan Gatot dengan Ary Suta.
"Kalau nggak muncul nanti proses penyelidikannya kita akan berangkat ke Polda NTB untuk pemeriksaan saudara GB," kata dia.
Untuk membuktikan ucapan Gatot, Budi masih belum bisa menentukan kapan akan mengkonfrontir Ketua Umum Parfi itu dengan Ary Suta.
"Masih lama, jangka waktunya masih belum sekarang-sekarang ini, kita kan masih mendalami dari keteranga-keterangan saksi," jelas dia.
Sebelumnya, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Ary Suta menyangkal apa yang dituduhkan oleh Gatot Brajamusti alias Aa Gatot soal senjata api dan ribuan amunisi diberikan olehnya. Ary Suta membantah memberikan senjata api tersebut kepada Aa Gatot. Namun keterangan Ary Suta tak lantas dipercaya polisi.
"Pertanyaan intinya saudara AS masih menyangkal. Kami tidak akan berhenti di situ, kami akan terus lakukan penyelidikan sehingga jelas nanti senjata api dan amunisinya, tidak menutup kemungkinan nanti akan dikonfrontir tapi tidak dalam waktu dekat," beber Budi.
Seperti diberitakan sebelumnya, seusai diperiksa pada Selasa pekan lalu, Aa Gatot mengaku bahwa senjata merk Glok 26 dan Walther PPK 22 beserta amunisinya dia dapatkan dari Ary Suta. Tapi, saat diperiksa, Ary Suta menyangkalnya.
"Ada beberapa pertanyaan yang kita potong, lantaran AS menyangkal memberikan senjata," terang Budi.
Dia mengatakan, di dalam pemeriksaan pihaknya mencecar Ary dengan 32 dari 38 pertanyaan yang telah disiapkan. Pertanyaan yang diberikan pada Ary seputar sumber senjata api dan soal senjata Gatot.


Jumat, 02 September 2016

Alasan tak masuk akal Reza pakai narkoba karena flu dan batuk

Alasan tak masuk akal Reza pakai narkoba karena flu dan batuk
 Penyanyi Reza Artamevia diamankan polisi bersama guru spiritualnya Gatot Brajamusti saat sedang pesta narkoba di Hotel Tulip, Mataram. Reza pun positif konsumsi narkoba setelah dites urine.

Reza pun diboyong ke kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk proses assessment. Proses ini akan menentukan apakah Reza dan tiga artis lainnya dirawat inap atau hanya rawat jalan selama proses rehabilitasi.

Reza tiba di kantor BNN dikawal Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat dan Kasubdit III AKBP AA Gede Agung. Mereka ditemui Kepala BNN NTB Sriyanto. Pertemuan itu berlangsung tertutup di aula kantor BNNP NTB Jalan Lingkar Selatan Mataram, membahas proses assessment itu.
Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti membenarkan penyerahan Reza bersama tiga orang yang positif narkoba lainnya, Yuti Yustini, Richard Nyoto Kusumo dan Devina Novianti. "Diserahkan ke BNN untuk proses rehabilitasi," kata Tribudi.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, akhirnya memutuskan untuk merehabilitasi artis Reza Artamevia. Itu berdasarkan hasil assessment sejak Pukul 14.00 Wita hingga petang tadi. 

Setelah menjalani tes, BNNP NTB menyatakan mereka harus menjalani rehabilitasi untuk satu bulan ke depan. Sriyanto mengungkapkan, Reza masih dalam tahap coba-coba menyalahgunakan narkoba.

"Tidak terlalu berat. Masih coba pakai," ujarnya.

Menurut hasil assesment itu, sambung dia, rekan Gatot Brajamusti itu diharuskan berkonsultasi dua kali dalam seminggu. "Delapan kali pertemuan. Berarti empat minggu," terangnya.

Penyanyi yang kondang dengan lagu Cinta Kan Membawamu Kembali itu mengaku menggunakan stimulan jenis Methamphetamine secara bersama-sama. Alasannya, sebelum kongres Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) pada 24-28 Agustus 2016 itu, Reza menderita batuk, mual, flu, dan kelelahan fisik.


"Dirasa tidak ngefek lagi pakai obat. Akhirnya menggunakan itu. Badannya jadi lebih segar. Dia tidak ingat tanggalnya tanggal berapa, barengan Devina. Untuk yang dua lagi sebelumnya memang positif methampetamin. Tapi tadi negatif," ujarnya.

Reza, kata Sriyanto, mulai menggunakan Aspar sejenis stimulan sejak beberapa tahun lalu. Kondisi fisik sebelum manggung bagi Reza yang padat agenda mengharuskannya menggunakan suplemen.

Perwira menengah polisi itu menjelaskan, selama konseling dalam rangka rehabilitasi, Reza diwajibkan untuk menjalani rawat jalan di Mataram. "Datang Senin dan Jumat," 

Kamis, 01 September 2016

Reza Artamevia, Murid Aa Gatot Terseret Jurang Narkoba

Reza Artamevia, Murid Aa Gatot Terseret Jurang Narkoba

Guru spiritual Gatot Brajamusti atau Aa Gatot ditangkap tim gabungan Polres Mataram dan Lombok Barat saat pesta narkoba. Dia ditangkap di kamar Hotel Golden Tulip kamar 1100 Jalan Jendral Sudirman No 4 Selaparan, Kota Mataram, NTB, Minggu 28 Agustus 2016, sekitar pukul 23.00 WIB.

Belakangan diketahui ada mantan penyanyi Reza Artamevia bersama Aa Gatot saat sedang digerebek. Selain Reza ada 7 orang lainnya yaitu Dewi Aminah istri Aa Gatot, 2 anaknya serta 3 rekannya. 

Setelah digelandang ke polres Mataram, mereka menjalani tes urine. Hasilnya, enam orang dinyatakan positif. "Salah satunya Reza, sementara yang dua negatif," kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti saat dihubungi Liputan6.com, Selasa 30 Agustus 2016.

Setelah diperiksa, urin Reza mengandung amphetamin. Artinya dia positif menggunakan narkoba.

Mantan Bagian Infokom Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Ozzy SS mengatakan tak percaya dengan peristiwa penggerebekan narkoba Aa Gatot. Malah, Ozzy SS pun sempat mengira hal itu cuma kejutan ulang tahun Aa Gatot. Namun, ketika melihat kelengkapan personel kepolisian, Ozzy SS jadi percaya.‎

"Saya pikir ini surprise atau kejutan untuk Aa. Karena dia ulang tahun pas jam 12 malam itu. Saya mikir surprise biasa, eh pas saya masuk kamar beliau sudah banyak polisi, saya bingung ada apa ini," Ozzy menjelaskan.

Rabu, 31 Agustus 2016

Andrew Dipukul Orang yang Meneriakinya "Ahok Ahok, Lu Ahok Ya?" di Transjakarta

Andrew Dipukul Orang yang Meneriakinya "Ahok Ahok, Lu Ahok Ya?" di Transjakarta

Andrew Budikusuma menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal di dalam bus transjakarta. Selain dipukul, Andrew juga mendapat kata-kata bernada rasial dari orang tak dikenal tersebut.
Andrew menceritakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (26/8/2016) sekitar pukul 20.30 WIB lalu. Saat itu, dia tengah menaiki bus transjakarta dari Kuningan menuju ke Semanggi.
Setibanya bus tersebut di Halte Semanggi, ada sekitar 3-4 orang menaiki bus yang ditumpangi Andrew sambil berteriak menyebut nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Kemudian, orang tersebut datang menghamipiri Andrew sambil berteriak "Ahok Ahok, lu Ahok ya?" dan mengajak berkelahi, lalu memukulnya.
"Kejadian pemukulan terjadi persis antara pintu bus dan halte. Saya sudah ada di bus. Saya naik dari Kuningan, kemudian para pelaku naik dari Semanggi, kemudian memukul saya dan turun di Halte JCC," ujar Andrew saat dihubungi, Selasa (30/8/2016).
Andrew mengatakan, dia sudah berusaha mengelak ajakan berkelahi dari orang yang tak dikenal tersebut. Namun, mereka tetap saja memukul Andrew di bagian kepala dan bibirnya.
Selain itu, orang tersebut juga berusaha menariknya keluar dari dalam bus. Beruntung, ada salah satu penumpang yang menolong Andrew dengan menariknya ke dalam bus kembali.
"Yang luka bagian atas dan bawah bibir saya dan yang masih berbekas benjolan-benjolan kecil di kepala saya," ucapnya.
Setelah memukul, kata Andrew, orang tak dikenal tersebut langsung turun di Halte JCC. Andrew mengaku tak sempat mengenali orang tersebut karena kejadiannya begitu cepat. Dia hanya mengingat orang tak dikenal tersebut menggunakan baju batik.
Andrew mengaku menyesal petugas transjakarta tidak menolongnya. Menurut dia, petugas transjakarta tidak responsif dan tidak menyuruh dia untuk membuat laporan mengenai kejadian naas yang menimpanya.
Andrew berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Andrew mengaku sudah menghubungi pihak Transjakarta mengenai adanya CCTV yang merekam kejadian tersebut di Halte JCC.
Namun, pihak Transjakarta meminta Andrew membawa surat keterangan dari pihak kepolisian untuk meminta rekaman CCTV tersebut.
"Saya sudah menghubungi pihak Transjakarta, mereka mengatakan di rekaman CCTV memang ada kejadian itu, tetapi saya diminta untuk membuat laporan kepolisian terlebih dahulu," ujarnya.

2 Jam Setelah Meninggal, Seharusnya Ada Tanda Ini di Tubuh Mirna

2 Jam Setelah Meninggal, Seharusnya Ada Tanda Ini di Tubuh Mirna

Dokter forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Budi Sampurna menjadi ahli dalam sidang ke-16 kasus pembunuhan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Wongso. Ia menuturkan, tanpa dibedahnya jasad Wayan Mirna sekalipun, akan ada tanda lebam mayat yang identik menunjukkan korban meninggal akibat racun sianida.
Tanda itu, menurut Budi, adalah lebam berwarna merah terang atau cherry red. Warna lebam ini pada umumnya muncul pada mayat dengan sebab kematian racun sianida karena terjadinya peningkatan kadar oksigen dalam pembuluh darah vena.
"Pada kasus kematian karena racun sianida, biasanya bisa dikenali dengan lebam berwarna merah cerah (cherry red) pada bagian tubuh korban," jelas Budi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2016).
Lanjut Budi, lebam berwarna merah terang ini sudah muncul sekitar dua jam setelah korban meninggal. Lebam akan terlihat paling nyata dan jelas dalam jangka waktu 12 jam setelah korban dinyatakan meninggal.
Namun, dalam kasus ini tidak ditemukan lebam mayat berwarna cherry red pada tubuh Mirna Salihin.
"Lebam mayat biasa muncul 2 jam setelah korban meninggal, tapi cherry red paling kelihatan 12 jam setelah kematian," papar dia.
Mirna Salihin dinyatakan meninggal pada 6 Januari 2016 pukul 18.30 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat setelah menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier. Menurut diagnosis dan resume medis dokter umum RS Abdi Waluyo, Adiyanto Didiet, Mirna telah meninggal sebelum tiba di rumah sakit.


PSG Siap Tekor demi Datangkan Benzema

PSG Siap Tekor demi Datangkan Benzema


Paris Saint Germain (PSG) ingin menghentak di detik akhir bursa transfer. Le Parisien kabarnya punya hasrat memboyong striker Real Madrid, Karim Benzema ke Parc des Princes.

Seperti dilansir
 The Sun, PSG ingin mencari pengganti Zlatan Ibrahimovic yang hijrah ke Manchester United. Memang, mereka sudah memiliki Edinson Cavani. Namun striker asal Uruguay ini dinilai belum cukup.

Demi memenuhi hasrat memboyong
 Benzema, PSG disebut telah menyiapkan dana 50 juta pounds atau Rp. 871 miliar. Saat ini, Benzema sendiri tengah mengalami cedera.

Striker asal Prancis itu belum bisa merumput karena masih menjalani proses penyembuhan. Alhasil, perannya digantikan Alvaro Morata yang dipulangkan Madrid dari Juventus.

Benzema didatangkan Madrid dari Olympique Lyonnais pada awal musim 2009/10. Striker berusia 28 tahun itu telah tampil 215 kali dan membukukan 111 gol bagi Los Merengues -julukan
 Real Madrid.
Di musim ini, kiprah Benzema mendapat tantangan serius dari Alvaro Morata. Selama dia cedera, Morata bermain dengan baik sebagai tumpuan di lini depan El Real. Di tiga laga awal, striker berusia 23 tahun ini telah mencetak satu gol. Tempatnya pun dijamin oleh pelatih Zinedine Zidane.
"Kami senang membawanya kembali. Dia akan tetap jadi pemain Madrid," kata Zidane.


Selasa, 30 Agustus 2016

polisi: Diciduk bareng Gatot Brajamusti, Reza Artamevia Positif Narkoba

polisi: Diciduk bareng Gatot Brajamusti, Reza Artamevia Positif Narkoba

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar membenarkan bahwa urine penyanyi Reza Artamevia terindikasi positif narkoba.
Reza merupakan salah satu dari delapan orang yang tertangkap di kamar hotel di Mataram bersama Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti dan enam orang lainnya.
"Iya betul, infonya hasil tes urinenya (Reza) positif," ujar Boy saat dikonfirmasi, Selasa (30/8/2016).
Namun, saat ditangkap, tak ada barang bukti yang melekat pada Reza. Sementara itu, Boy tidak mengetahui pasti identitas orang lain yang ikut tertangkap bersama Gatot.
"Saya tidak hafal siapa saja," kata Boy.
Gatot ditangkap di sebuah kamar hotel di Mataram, NTB, pada Minggu (28/8/2016) malam. Saat ditangkap, Gatot diduga sedang pesta narkoba.
Pria yang akrab disapa Aa Gatot itu ditangkap bersama istrinya, Dewi Aminah. Polisi menyebut anak Gatot juga termasuk dari delapan orang yang ditangkap.
Saat ini, kasus narkotika Gatot dan orang-orang yang ditangkap bersamanya ditangani oleh Polres Mataram.
Sementara itu, dalam pengembangan kasusnya, tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan menemukan adanya senjata api dan amunisi serta hewan langka di kediaman Gatot di wilayah Kebayoran Baru.
Polisi memastikan Gatot tak memiliki izin kepemilikan senjata dan hewan langka itu. Saat ini, kedua kasus itu ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Jaksa: Keluarga Keberatan Jasad Mirna Diautopsi Menyeluruh

Jaksa: Keluarga Keberatan Jasad Mirna Diautopsi Menyeluruh

Tindakan dokter forensik RS Polri Kramatjati yang tidak mengautopsi jasad Wayan Mirna Salihin secara keseluruhan, menjadi celah bagi pengacara Jessica Wongso untuk meragukan Mirna meninggal karena racun sianida berdosis tinggi.
Sebab, fakta yang ditemukan hanya ada 0,2 miligram sianida di lambung Mirna, di mana jumlah tersebut dinilai tidak mematikan.

Pihak Jessica pun semakin ragu kala ahli toksikologi dari Universitas Udayana I Made Agus Gelgel Wirasuta mengatakan, parameter seseorang terpapar sianida dosis tinggi adalah ditemukannya senyawa thiocynate di organ hati Mirna. Kenyataannya thiocynate tak ditemukan di organ hati Mirna.

"Di kedokteran forensik, tidak ada instrumen hukum yang melindungi ahli kedokteran forensik untuk melakukan outopsi. Ini harus faktor kerelaan dan izin keluarga. Ini adalah faktor sosiologis. Di Indonesia memerlukan persetujuan keluarga," bela Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardito Muwardo atas tindakan dokter forensik yang tak mengautopsi seluruh organ tubuh Mirna, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2016).

Keputusan dokter forensik RS Polri Kramatjati yang hanya membedah organ pencernaan Mirna, dijelaskan Ardito sebagai win win solution di tengah situasi keluarga yang keberatan jasad Mirna diautopsi dan kepentingan polisi untuk memastikan penyebab kematian tak wajar Mirna.

"Dalam kasus ini tidak didapat (izin keluarga), maka yang dilakukan hanya kompromi. Kalau tidak bisa autopsi dengan pembedahan, apa saja yang kemudian dibutuhkan (untuk mencari penyebab tewasnya Mirna). Yah akhirnya dengan cara pengambilan sampel," terang Ardito.

Dua ahli racun yakni Wirasuta dan Nur Samran Subandi menjelaskan, dosis 0,2 miligram racun sianida di lambung Mirna merupakan sisa sianida yang belum menguap setelah berhari-hari Mirna tewas.

amun, penasehat hukum Jessica menganggap argumentasi kedua ahli tidak dilandasi hasil pemeriksaan forensik yang kuat.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Bayi Arnah Infeksi Paru-Paru Karena Makan Ular?

Bayi Arnah Infeksi Paru-Paru Karena Makan Ular?



Arnah Destiani yang berusia 18 bulan dan dikabarkan memakan ular mengalami gangguan kesehatan. Arnah buang air berdarah dan sesak nafas karena infeksi yang akibat sisik ular masuk ke saluran pernapasannya melalui mulut sang bayi.
"Makan sisik ular dumung, paru-parunya udah infeksi, udah luka kata dokter," kata Arnasah (31), sang ibunda, di Serang, Banten.
Karena ketidaktahuan akan kesehatan dan minimnya keuangan yang dimiliki keluarga tersebut, membuat Arsanah harus menahan sedih tak membawa sang putri untuk berobat ke rumah sakit karena tak memiliki biaya. "Makan aja seadanya, kadang makan kadang enggak, apa lagi BPJS itu. Tadi nya kalau ga parah mah ga mau dibawa ke puskesmas sama rumah sakit," kata dia.
Arnasah, warga Kampung Linduk, Desa Linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten, mengaku telah tiga tahun menempati rumah tersebut. Dengan rumah berlantai tanah dan dan bilik bambu hasil sumbangan warga sekitar. Dirinya hidup bersama suami dan anaknya.
"Tadinya tinggal di Panimbang (Pandeglang). Ini juga yang bangun masyarakat, seikhlasnya. Bangun rumah yang minta sokongan (sumbangan) Pak RT. Tanahnya punya pemerintah," kata dia.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa, kondisi Arnah sempat lemah karena menderita diare dan gangguan pernafasan yang diduga karena lingkungan rumahnya yang tak bersih dan memakan ular. Rumah tersebut dikelilingi sawah dan irigasi dengan air yang kotor. Bahkan sungai kotor di depan rumahnya jadi tempat Mandi Cuci Kakus (MCK).

Sabtu, 20 Agustus 2016

Pasca-gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) yang mengguncang Italia

Pasca-gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) yang mengguncang Italia, tepatnya di tenggara Kota Norcia para petugas dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan. Sejauh ini 21 orang dikonfirmasi tewas termasuk di antaranya anak-anak. Dilansir CNN yang berafiliasi dengan stasiun televisi lokal, RAI, Rabu (24/8/2016) petugas melakukan upaya penyelamatan dengan menghubungi warga melalui ponsel atau telepon mereka. Jika yang bersangkutan menjawab maka tim penyelamat akan berusaha menjangkau mereka. Namun jika tidak, maka upaya evakuasi korban yang masih hidup akan lebih diutamakan. Gempa berkekuatan 6,2 SR terjadi di Italia tengah. Kota-kota yang diyakini menderita kerusakan paling parah akibat gempa adalah Accumoli, Amatrice, Posta dan Arquata del Tronto (CNN) Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) guncangan keras mulai dirasakan sekitar pukul 03.36 waktu setempat. Getaran terasa hingga ke ibu kota Italia, Roma. "Sudah tidak ada lagi kota (Amatrice). Saya mohon, akses jalan kami ke terputus dan orang-orang berada di bawah reruntuhan, tolong kami," ujar Wali kota Amatrice, Sergio Pirozzi. Sementara itu, kerusakan parah yang dialami Amatrice juga digambarkan oleh Juru bicara Palang Merah Italia, Tommaso della Longa. Menurutnya, hampir seluruh kota itu luluh lantak akibat gempa. "Yang terpenting bagi kami dalam situasi ini adalah melakukan upaya pencarian dan penyelamatan demi menemukan orang-orang yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan," jelas Della Longa. "Anda harus memahami bahwa ini terjadi di Italia tengah, di mana merupakan kawasan pegunungan dan lembah. Ada rumah-rumah kecil di lembah yang benar-benar terasing dan membutuhkan bantuan," imbuhnya. Selain Amatrice, Kota Accumoli juga mengalami kerusakan parah. Wali kota, Stefano Petrucci mengatakan bahwa gempa merusak gedung-gedung yang baru dibangun di kota itu sementara, beberapa bangunan bersejarah justru hanya menderita sedikit kerusakan. "Kami menggali, terus menggali...berharap menemukan seseorang yang selamat," ujarnya kepada Rai News 24. Sejauh ini kota-kota yang diyakini menderita kerusakan paling parah akibat gempa adalah Accumoli, Amatrice, Posta dan Arquata del Tronto. Terkait musibah yang dialami masyarakat di Italia tengah ini, Paus Fransiskus menyerukan digelarnya doa bersama. "Aku ingin bergabung bersama untuk mendoakan para korban. Mari berdoa bersama untuk saudara-saudara kita," ujar Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, Roma.