Rabu, 10 Agustus 2016
Selasa, 09 Agustus 2016
KEWIRAUSAHAAN (Pengertian PT,CV,Firma,BUMN atau BUMD dan Persekutuan)
Diposting oleh Unknown di 11.05
a)
PT (Perserooan Terbatas) adalah suatu
persekutuan untuk menjalankan usaha bersaama yang memiliki modal terdiri dari
saham-saham, dan pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.
b)
CV (Commanditare Vemootschoop) adalah suatu
perusahaan yang didirikan oleh satu atau beberapa orang secara tanggung
menanggung, bertanggung jawab secara seluruhnya atau secara solider, dengan
satu orang atau lebih sebagai pelepas uang (geldschieter), dan diatus dalam
KUHD.
c)
Firma adalah suatu persekutuan antara dua orang
atau lebih yang menjalankan badan usaha dengan nama bersama, dengan tujuan
untuk membagi hasil yang diperoleh dari persekutuan tersebut.
d)
BUMN (Badan Usaha Milik Negara) adalah badan
usaha yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui
pernyataan secara langsung yang berasal dari kekayaaan negara yang dipisahkan
(berdasarkan UUD Republik Indonesia no.19 tahun 2003).
e)
BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) adalah
perusahaaan yang diatur dengan suatu peraturan daerah (perda) yang aktifitasnya
memenuhi kebutuhan masyarakat dimana modal seluruhnya atau sebagian merupakan
kekayaan daerah yang dipisahkan, kecuali ada ketentuan lain.
f)
Persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu
gabungan atau asosiasi (1) dari dua individu atau lebih untuk memiliki atau menyelenggarakan
suatu usaha. (2) secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba. Persekutuan
artinya persatuan orang-orang yang sama kepentingannya terhadap suatu
perusahaan tertentu.
g)
Perseroan/perkumpulan kongsi adalah badan hukum
yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjuangan, mengadakan
utang-piutang dan hak serta kewajiban seperti orang-orang pribadi.
h)
Koperasi adalah melakukan pekerjaan secara
bersama (bergotong royong) secara istilah, pengertian koperasi adalah badan
usaha yang memiliki anggota orang atau badan hukum yang didirikan berdasarkan
asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi.
i)
Yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai
maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang tidak
mempunyai anggota dan didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang
ditentukan dalam undang-undang.
j)
Lembaga adalah instrumen yang mengatur hubungan
antar individu. Lembaga juga berarti seperangkat yang mengatur masyarakat yang
telah mendefinisikan bentuk aktivitas yang dapat dilakukan oleh pihak lainnya,
hak istimewa yang telah diberikan serta tanggung jawab yang harus dilakukan.
k)
Bentuk usaha tetap adalah bentuk usaha yang
dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di indonesia,
orang pribadi yang berada di indonesa tidak lebih dari 183 hari dalam jangka
waktu 12 bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di
Indonesia untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia.
Senin, 08 Agustus 2016
FISIKA (HAMBATAN)
Diposting oleh Unknown di 15.03Apa Itu Hambatan?
Hambatan (resistor) adalah komponen dari rangkaian listrik yang berfungsi menhambatarus listrik.
Sebuah resistor mempunya dua terminal listrik yang dirancang untuk
menghambat arus dan menurunkan tegangan. Komponen listrik ini banyak
dipakai untuk sistem pengamanan komponen listrik agar tidak rusak karena
arus dan tegangan yang berlebih. Hambatan diukur dengan satuan Ohm
(lambang Ω). (baca : apa itu hukum ohm)
Rangkaian Susunan Hambatan
Hambatan dapat disusun atau dirangkai dengan 3 cara: seri, pararel dan
gabungan antara seri dan pararel. Masing-masing susunan punya
karakteristik dan ketentuan masing-masing.
A. Susunan Hambatan Seri
Berikut ilustrasi rangkaian hambatan seri :
Pada hambatan yang disusun seri berlaku rumus dan ketentuan sebagai berikut.
Pada hambatan yang disusun seri berlaku rumus dan ketentuan sebagai berikut.
1. Hambatan pengganti pada rangkaian seri sama dengan jumlah dari setiap hambatan yang ada pada rangkian tersebut. Berlaku rumus
Rs = R1 + R2 + R3 + R4 + R5 + …. + Rn
2. Kuat arus yang melewati tiap-tiap hambatan adalah sama. Nilai hambatan tersebut sama pula dengan nilai hambatan penggantinyal
I1 = I2 = I3 = I4 = … = Is
3. Tegangan pada hambatan pengganti sama dengan penjumlahan semua tegangan pada tiap-tiap hambatannya.
Vs = V1 + V2 + V3 + V4 + … + Vn
4. Tegangan pada tiap-tiap hambatan sebanding dengan hambatannya. Jadi
semakin besar hambatan akan semakin besar pula tengangannya.
V1 : V2 : V3 : .. :Vn = R1 : R2 : R3 : …. : Rn
Manfaat Susunan Hambatan Seri
Hambatan disusun secara seri berguna untuk meperbesar hambatan serta membagi tegangan. Dari pengamatan rumus di atas terlihat bahwa hambatan yang dirangkai seri akan punya hambatan pengganti yang lebih besar dan akan memperkecil tegangan.
Hambatan disusun secara seri berguna untuk meperbesar hambatan serta membagi tegangan. Dari pengamatan rumus di atas terlihat bahwa hambatan yang dirangkai seri akan punya hambatan pengganti yang lebih besar dan akan memperkecil tegangan.
Contoh Soal
Sobat punya empat buah hambatan yang masing-masing bernilai 50 ohm dan dirangkai secara seri. Kemudian pada ujung-ujungnya dihubungkan dengan sumber tegangan 30 Volt. Tentukanlah kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut!
Sobat punya empat buah hambatan yang masing-masing bernilai 50 ohm dan dirangkai secara seri. Kemudian pada ujung-ujungnya dihubungkan dengan sumber tegangan 30 Volt. Tentukanlah kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut!
Jawab
Pada rangkaian seri besarnya kuat arus pada tiap-tiap hambatan adalah sama besar. Jadi sobat tentukan nilai hambatan pengganti.
Rs = R1 + R2 + R3 + R4
Rs = 50 + 50 + 50 + 50
Rs = 200 ohm
Rs = 50 + 50 + 50 + 50
Rs = 200 ohm
V = I x R
I = V/Rs = 30/200 = 0,15 Ampere
I = V/Rs = 30/200 = 0,15 Ampere
b. Susunan Hambatan Pararel
Bagaimana bentuk susunan pararel hambatan bisa sobat amati dalam ilustrasi di bawah ini.
Pada susunan pararel berlaku rumus dan ketentuuan
1. Hambatan pengganti pada susunan pararel dapat dihitung dengan persamaan

Sobat dapat memodifikasi rumus di atas sehingga bisa didapat alternatif rumus cepat sebagai berikut:
– Jika dalam rangkaian susunan pararel hanya ada dua hambatan R1 dan R2
maka total hambatan penggantinya dapat dihitung menggunakan rumus
- Jika dalam rangkaian terdapat n hambatan dengan nilai hambatan sama besar maka total hambatan penggantinya dalah
2. Besarnya kuat arus yang melalui hambatan pengganti sama dengan jumlah keseluruhan kuat arus pada setiap hambatannya.Ip = I1 + I2 + I3 + I4 + … + In
3. Besarnya tegangan pada setiap hambatan adalah sama. Nilai tersebu sama pula dengan tegangan pada hambatan penggantinya.
Vp = V1 = V2 = V3 = …. = V4
Vp = V1 = V2 = V3 = …. = V4
4. Kuat Arus yang melalui masing-masing hambatan berbanding terbalik dengan besarnya hambatan tersebut.
Manfaat Susunan Hambatan Pararel
Rangkaian pararel dari hambatan-hambatan dimanfaatkan untuk memperkecil
hamatan karena hambatan pengganti nilainya akan lebih kecil dari
nilai tiap hambatan. Ia juga bermanfaat untuk membagi arus.
Contoh Soal
a. RAB = …?
b. VAB = …?
c. I1, I2, dan I3 = …?
b. VAB = …?
c. I1, I2, dan I3 = …?
Jawab
dari ilustrasi di atas besarnya
Ip = 12 Ampere
R1 = 2 Ω
a. 1/RAB = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 = 1/2 + 1/3 + 1/6 = 3/6 + 2/6 + 1/6 = 6/6
jadi RAB = 1 ohm
dari ilustrasi di atas besarnya
Ip = 12 Ampere
R1 = 2 Ω
a. 1/RAB = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 = 1/2 + 1/3 + 1/6 = 3/6 + 2/6 + 1/6 = 6/6
jadi RAB = 1 ohm
b. VAB = Ip x RAB = 12 x 1 = 12 volt
c. Hambatan disusun secara seri sehingga beda potensial di tiap titik adalah sama
VAB = V1 = V2 = V3 sehingga
VAB = V1 = V2 = V3 sehingga
V1 = I1 . R1
12 = I1 . 2
I1 = 6 ampere
12 = I1 . 2
I1 = 6 ampere
V2 = I2 . R2
12 = I2 . 3
I2 = 4 ampere
12 = I2 . 3
I2 = 4 ampere
V3 = I3 . R3
12 = I3 . 6
I3 = 2 ampere
12 = I3 . 6
I3 = 2 ampere
Perbedaan Rangkaian atau Susunan Hambatan Seri dan Pararel
Untuk memudahkan sobat mengingat perbedaan dari kedua tipe sususnan di atas, kami sajikan dalam tabel perbedaan di bawah ini.
c. Susunan Gabungan Hambatan Seri dan Pararel
Seperti namanya, susunan ini buka jenis susunan hambatan baru melainkan
hanya gabungan antara susunan seri dan pararel. Rumus dan ketentuan yang
berlaku sama dengan rumus dan ketentuan yang digunakan pada susunan
seri dan pararel. Untuk lebih jelasnya yuk simak contoh berikut
Ada lima buah hambatan disusun secara gabungan seri dan pararel. Untuk
mencari berapa total hambatan pengganti rnakaian tersebut dapat sobat
cari dengan langkah-langkah berikut:
- R2 dan R3 seri maka hambatan penggantinya Rs = R2 + R3
- Rs, R4, dan R5 pararel maka hambatan penggantinya 1/Rp = 1/Rs + 1/R4 + 1/R5
- R1 dan Rp adalah seri maka Rtotal = R1 + Rp.
Memahami Cara penggunaan peralatan tata cahaya
Diposting oleh Unknown di 12.05
Pengertian Tata Cahaya
Tata
cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan
pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan
menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak,
ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan.
Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup
agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan
bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan
dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu
terjadi.
Kerja kamera
elektronik sangat dipengaruhi oleh sistem pencahayaan . Hal ini sesuai
dengan karakter sistem proses perekaman gambar oleh kamera elektronik,
sehingga masalah-masalah mengenai tata cahaya sangatlah penting
peranannya dalam sebuah kegiatan perekaman gambar.
Cahaya menurut
sumbernya dibedakan dalam Cahaya bersumber dari alam, seperti cahaya
matahari ( natural light/daylight) dan Cahaya yang diciptakan atau
bersumber dari lampu, api (artifisial light/tungsten)
Sumber cahaya itu sendiri mempunyai karakteristik jenis cahaya dan intensitas cahaya yang bermacam-macam. Kita abaikan dulu permasalahan ini, kita coba untuk memperlakukan sebuah sistem yang aplikatif terhadap kerja kamera.Seperti teori dasar tata cahaya. Dalam setiap pengambilan gambar dipengaruhi oleh kondisi tata cahaya yang ada, apapun kondisinya tetapi hasilnyapun juga mengikuti kondisi tata cahaya tersebut. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal maka kita dapat mengikuti teori dasar tata cahaya yang berlaku, walaupun pada praktek kerja kita dapat mengembangkan kreasi kita sesuai keinginan dan hasil yang akan dicapai.
Matematika (MEDIAN)
Diposting oleh Unknown di 10.37
MEDIAN (ME)
Pada
data tunggal, penghitungan median cukup mudah. Data diurutkan
berdasarkan nilai datanya mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar.
Kemudian median bisa diketahui langsung dari nilai tengah urutan data
tersebut.
Namun pada data berkelompok, cara tersebut tidak bisa digunakan. Data berkelompok merupakan data yang berbentuk kelas interval, sehingga kita tidak bisa langsung mengetahui nilai median jika kelas mediannya sudah diketahui.
Oleh karena itu, kita harus menggunakan rumus berikut ini.
Namun pada data berkelompok, cara tersebut tidak bisa digunakan. Data berkelompok merupakan data yang berbentuk kelas interval, sehingga kita tidak bisa langsung mengetahui nilai median jika kelas mediannya sudah diketahui.
Oleh karena itu, kita harus menggunakan rumus berikut ini.
Me = median
xii = batas bawah median
n = jumlah data
fkii = frekuensi kumulatif data di bawah kelas median
fi = frekuensi data pada kelas median
p = panjang interval kelas
Contoh soal:
Sebanyak
26 orang mahasiswa terpilih sebagai sampel dalam penelitian kesehatan
di sebuah universitas. Mahasiswa yang terpilih tersebut diukur berat
badannya. Hasil pengukuran berat badan disajikan dalam bentuk data
berkelompok seperti di bawah ini.
Hitunglah median berat badan mahasiswa!
Jawab:
Sebelum
menggunakan rumus di atas, terlebih dahulu dibuat tabel untuk
menghitung frekuensi kumulatif data. Tabelnya adalah sebagai berikut.
Selanjutnya adalah menentukan nilai-nilai yang akan digunakan pada rumus.
Jumlah
data adalah 26, sehingga mediannya terletak di antara data ke 13 dan
14. Data ke-13 dan 14 ini berada pada kelas interval ke-4 (61 – 65).
Kelas interval ke-4 ini kita sebut kelas median.
Melalui
informasi kelas median, bisa kita peroleh batas bawah kelas median sama
dengan 60,5. Frekuensi kumulatif sebelum kelas median adalah 9, dan
frekuensi kelas median sama dengan 5. Diketahui juga, bahwa panjang
kelas sama dengan 5.
Secara matematis bisa diringkas sebagai berikut:
xii = 60,5
n = 26
fkii = 9
fi = 5
p = 5
Dari nilai-nilai tersebut dapat kita hitung median dengan menggunakan rumus median data berkelompok.
Sabtu, 06 Agustus 2016
IPS (struktur sosial)
Diposting oleh Unknown di 15.30
Bentuk struktur sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari beberapa sudut, di antaranya sebagai berikut.
1. Dilihat dari Sifatnya
Bentuk struktur sosial suatu masyarakat dapat dibedakan menjadi struktur sosial yang kaku, struktur sosial yang luwes, struktur sosial formal, dan struktur sosial informal.
a. Struktur Sosial Kaku
Struktur sosial kaku merupakan bentuk struktur sosial yang tidak dapat dirubah atau sekurang-kurangnya masyarakat menghadapi kesulitan besar untuk melakukan perpindahan status atau kedudukannya.struktur sosial seperti ini biasanya terdapat pada masyarakat yang menganut sitem kasta.
b. Struktur Sosial Luwes
Bentuk struktur sosial ini merupakan kebalikan dari struktur sosial kaku. Pada struktur sosial ini masyarakat bebas bergerak melakukan perubahan.
c. Struktur sosial Formal
Merupakan suatu bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang.
d. Struktur Sosial Informal
Merupakan kebalikan dari struktur sosial formal, yaitu struktur sosial yang nyata ada berfungsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak berwenang.
2. Dilihat dari Identitas Keanggotaan Masyarakatnya
Bentuk struktur sosial ini dapat dibedakan menjadi struktur sosial yang homogen dan struktur sosial yang heterogen.
a. Struktur Sosial Homogen
Pada struktur sosial yang homogen memiliki latar belakang kesamaan identitas dari setiap anggota masyarakatnya, seperti kesamaan ras, suku bangsa, ataupun agama.
b. Struktur Sosial yang Heterogen
Struktur sosial ini ditandai oleh keanekaragaman identitas anggota masyarakatnya. Struktur sosial yang heterogen memiliki latar belakang ras, suku, ataupun agama yang berbeda dari para anggota masyarakatnya.
3. Dilihat dari Ketidaksamaan Sosial
Bentuk struktur sosial berdasarkan ketidaksamaan sosial adalah pengelompokkan manusia secara horizontal dan vertikal. Pengelompokkan ini bisa berdasarkan ciri fisik yang meliputi jenis kelamin, bentuk dan tinggi tubuh, warna kulit, rambut, dan sebagainya. Juga berdasarkan ciri non fisik atau ciri sosial budaya, meliputi kecerdasan, keterampilan, motivasi, minat dan bakat.
Subscribe to:
Postingan (Atom)















