Jumat, 26 Agustus 2016

Ummu Hani_JENIS-JENIS PROTOKOL JARINGAN

JENIS-JENIS PROTOKOL JARINGAN
Contoh-contoh protokol yg paling populer di gunakan adalah ethernet local tall, token ring, have FDDI.
-protocol jaringan ethernet merupakan protocol yang paling banyak digunakan. Ethernet menggunakan cara masuknya akses methord yg dikenal sebagai CSMA/CD (carrier sense multiple acces/collision detection) biasanya digunakan topologi linear,bus.
-bintang/pepohonan data bisa di kirim menggunakan kabel.
-pasangan berpintal (twisted pair), kabel sipaxi (coksial) atau kabel pyber optick pada kecepatan 10 mbps.
-protocol jaringan ethernet cepat (fast ethernet) untuk meningkatkan pengiriman informasi yang lebih cepat, protocol ethernet telah membangun suatu standar mendukung dan memungkinkan 100 mbps. Inilah yang di kenal sebagai ethernet  panas. Ethernet cepat membutuhkan pergunaan concerator/ pusat yang berbeda dan lebih mahal biayanya dan jaringan kartu antar muka (network interface card).
      Protocol jaringan local tall adalah jaringan yg di kembangkan oleh apple komputer machintos. Cara yang digunakan CSMA/CD. System operasi machintos memungkinkan system operasi sesama clien (peer to peer) tanpa perlu perangkat lunak tambahan dengan penambahan versi file apple share , system clien server boleh di laksanakan. Mengisinkan topologi linear bus/ topologi tree dengan menggunakan kabel pasangan berpintal. Kekurangan dari segi kecepatan untuk pengiriman informasi local tall hanya 230 kbps. Protocol jaringan token ring di kembangkan oleh perusahaan IBM pada pertengahan tahun 1980-an. Cara masuknya menggunakan informasi di dalam suatu lingkaran. Protocol taken ring menghendaki topologi star. Ring dengan petunjuk kabel pasangan berpintal/piberoptick. Ia beroperasi pada kecepatan 4 mbps/16 mbps. Oleh karna penggunaan ethernet yang semakin populer, lingkungan sekolah kurang menggunakan gelang token.
-protocol jaringan fiber distribut data interfase (FDDI) merupakan 1 protocol jaringan pertama untuk menghubungkan 2 atau lebih jaringan area local. Untuk wilayah yang jauh jaraknya. Cara masuk yg digunakan FDDI juga melibatkan pengiriman token. FDDI menggunakan topologi.


-fisik ring kembar, kelebihan kecepatan di dalam pengiriman informasi. Ia beroperasi menggunakan kabel fiber optick di 100 mbps.

IPA (jenis-jenis interaksi)

NO
JENIS-JENIS INTERAKSI
CONTOH INTERAKSI
MANFAAT INTERAKSI
1.
-mutualisme
-jamur ragi (fungi) dengan kedelai
-membentuk kedelai menjadi tempe
2.
-komensalisme
-ikan remora mengambil makanan dari sisa makanan ikan hiu
-ikan hiu tidak di rugikan dari ikan remora
-ikan remora diuntungkan karna mudah mncari makanan di sekitar arus air yang dilewati oleh ikan hiu
3.
-alelopati
-hubungan/ interaksi antarorganisme
-loksin atau racun
-tanaman pinus mensekresikan zat yg menyebabkan tanah di sekitarnya menjadi terlalu asam sehingga tanaman lain tidak dapat tumbuh di sekitarnya
-beberapa jenis fungi dapat menghambat pertumbuhan bakteri
4.
-predasi
-organisme memangsa organisme lainnya

-singa dengan kijang atau rusa
-kuda dengan rumput
-kantung semar dengan lalat

Rabu, 24 Agustus 2016

Ummu Hani_Rumus simpangan baku

Rumus Simpangan Baku – Simpangan baku atau juga yang sering kita kenal dengan nama deviasi standard (standard deviation) adalah ukuran persebaran data. Simpangan ini bisa diartikan jarak rata-rata penyimpangan antara nilai hasil pengukuran dengan nilai rata-rata . Ketika kita belajar statistika SMA kelas XI kita pasti jumpai yang namanya simpangan baku. Istilah simpangan baku sendiri pertama kali dikeluarkan oleh Karl Pearson pada tahun 1984. Ia merupakan pendiri institute of  Statistika  University College London. Bagaimana mencari rumus simpangan baku? Berikut penjelasan yang rumus hitung buat.

Rumus Simpangan Baku untuk Data Tunggal
Jika sobat mempunyai sekumpulan data kuatitatif tunggal (tidak berkelompok) yang dinyatakan oleh x1,x2,x3,….,xn maka dapat dicari simpangan bakunya dengan rumus
untuk data sample menggunakan rumus
contoh soal
Selama 10 kali ulangan semester ini sobat mendapat nilai 91, 79, 86, 80, 75, 100, 87, 93, 90,dan 88. Berapa simpangan baku dari nilai ulangan sobat?
Jawab
Soal di atas menanyakan simpangan baku dari data populasi jadi menggunakan rumus simpangan baku untuk populasi.
Kita cari dulu rata ratanya
rata-rata = (91+79+86+80+75+100+87+93+90+88)/10 = 859/10 = 85,9
kita masukkan ke rumus



Selasa, 23 Agustus 2016

contoh kosa kata

Accountant(s)
Baker(s)
Barber(s)
Bar(man/maid)(men/maids)
Builder(s)
Butcher(s)
Carpenter(s)
Cashier(s)
Chambermaid(s)
Chef(s)
Cleaner(s)
Dentist(s)
Doctor(s)
Electrician(s)
Engineer(s)
Fire(man/woman)(men/women)
Fishmonger(s)
Flight attendant(s)
Hair dresser(s)
Judge(s)
Lawyer(s)
Nurse(s)
Optician(s)
Painter(s)
Photographer(s)
Plumber(s)
Police(man/woman)(men/women)
Porter(s)
Post(man/woman)(men/women)
Receptionist(s)
Reporter(s)
Sales assistant(s)
Sales representative(s)
Scientist(s)
Secretary(ies)
Surgeon(s)
Technician
Teacher
Technician
Vet(s)
Waiter(s)/waitress(es)
Welder(s)

Arti

Akuntan
Tukang Roti
Tukang cukur
Pelayan Bar
Pembangun
Tukang Daging
Tukang kayu
Kasir
Pelayan
Chef
Cleaner
Dokter gigi
Dokter
Listrik
Ahli Mesin
Pemadam Kebakaran
Penjual ikan
Pramugari
Rias rambut
Hakim
Pengacara
Perawat
Ahli Optik
Pelukis
Fotografer
Tukang ledeng
Polisi
Porter
Tukang Pos
Resepsionis
Reporter
Asisten penjualan
Perwakilan penjualan
Ilmuwan
Sekretaris
Ahli bedah
Penjahit
Ibu guru
Tukang servis
Dokter hewan
Pelayan
Tukang Las

Tempat usaha yang strategis

Tempat usaha yang strategis adalah tempat untuk melakukan usaha yang memperhatikan pemilik usaha dan calon-calon pelanggannya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi usaha tersebut adalah: Letak strategis; Dekat dengan bahan dasar; Dekat dengan pasar/konsumen; Tenaga kerja mudah didapat baik tenaga terdidik maupun terlatih; Biaya transportasi murah dan mudah; Daya beli konsumen cukup potensial; Fasilitas pemerintah sangat mendukung; Tempatnya sejuk, nyaman, dan terjaga kebersihannya; Fasilitas parkir yang luas; Fasilitas infrastruktur terpenuhi seperti listrik, telepon, dan akses menuju lokasi usaha mudah. Biasanya calon pendiri usaha sudah menetapkan tempat usaha di dalam rencana usahanya berdasarkan pertimbangan faktor-faktor di atas. oleh sebab itu calon pendiri usaha tinggal mempersiapkan dengan cara membangun gedung sendiri, menyewa, atau di rumah sendiri tentunya harus dipersiapkan secara matang dengan segala konsekuensinya. Membangun gedung untuk tempat usaha Membangun gedung untuk tempat usaha memiliki konsekuensi harus memiliki modal yang banyak untuk investasi gedung. Calon pendiri usaha harus mengeluarkan uang yang banyak untuk membangun gedung tempat usahanya dan membutuhkan waktu yang lama. Tetapi dengan memiliki tempat usaha sendiri pemilik usaha memiliki beberapa keuntungan antara lain tempat usaha bisa permanen, lay-out bisa diubah sesuai selera pemilik, dan pemilik usaha bisa fokus menjalankan usaha karena tempatnya terpisah dari rumah. Menyewa/kontrak Menyewa gedung atau ruangan untuk bisnis memerlukan biaya yang lebih kecil daripada membangun atau membeli gedung. Ini juga lebih fleksibel karena apabila menyewa gedung maka akan lebih mudah untuk pindah tempat. Tetapi dengan menyewa tempat usaha membuat keamanan usaha tidak terjamin. Di rumah sendiri Menjalankan usaha di rumah sendiri adalah pilihan yang paling murah. tempat ini menjadi alternatif yang terbaik untuk memulai bisnis sampai pemilik usaha mengetahui apakah usahanya akan berhasil. Tempat ini juga memudahkan pemilik usaha untuk mempromosikan usahanya karena berada di sekitar tetangganya yang sudah dikenal lama yang kemungkinan besar akan menjadi pelanggannya. Tetapi kelemahannya sulit untuk memisahkan bisnis dengan keluarga, dibanding apabila tempat bisnis tidak di rumah. Selanjutnya pemilik usaha saat memulai usaha harus mengatur lay out tempat usaha misalnya ruangan untuk produksi, ruangan untuk menerima tamu, ruangan untuk menyimpan administrasi, gudang, dan lain-lain. Tempat kerja juga harus memiliki ventilasi udara yang cukup, penerangan, maupun perhatian terhadap keamanan, kenyamanan dan keselamatan pegawai terutama tata letak mesin, kabel listrik dan lain-lain yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi kerja di tempat kerja harus diperhatikan.

Senin, 22 Agustus 2016

Ummu Hani_Rumus Rata-Rata Hitung data kelompok (Mean)

 1. Rumus Rata-Rata Hitung data kelompok (Mean)
Rumus :

Keterangan :
fi = frekuensi
xi = nilai tengah
Nilai tengah adalah jumlah tepi bawah dan tepi atas di bagi 2

2. Rumus Modus Data Kelompok
Rumus :
Keterangan :
Tb = Tepi bawah kelas modus
d1 = Selisih antara frekuensi modus dengan frekuensi sebelumnya
d1 = selisih antara frekuensi modus dengan frekuensi sesudahnya
c = Panjang kelas
Contoh :

Perhatikan tabel berikut :

tentukan modus dari tabel diatas !
Jaawab :
Tb = 45 -0,5 = 45,5
d1 = 17 - 13  = 4
d2 = 17 - 14  = 3
c = 35 - 30 = 5

3. Rumus Median Data Kelompok
rumus :

Keterangan :
Tb = Tepi bawah kelas median
F = Jumlah frekuensi sebelum median
f  = Frekuensi
c = Panjang kelas
n = Jumlah frekuensi

Contoh :
perhatikan tabel di bawah

Tentukan median dari tabel di atas :

Jawab :
Tb = 45 - 0,5 = 44,5
n   = 80
F   = 8 + 10 + 13 = 31
c   = 5
f    = 17

Sabtu, 20 Agustus 2016

Ummu Hani_LIGHTHING

LIGHTHING
I. Pengertian
Salah satu unsur penting dalam pementasan teater adalah tata cahaya atau lighting. Lighting adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk untuk menerangi panggung untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan tidak akan terlihat. Secara umum itulah fungsi dari tata cahaya. Dalam teater, lighting terbagi menjadi dua yaitu:

1. Lighting sebagai penerangan. Yaitu fungsi lighting yang hanya sebatas menerangi panggung beserta unsur-unsurnya serta pementasan dapat terlihat.
2. Lighting sebagai pencahayaan. Yaitu fungsu lighting sebagai unsur artisitik pementasan. Yang satu ini, bermanfaat untuk membentuk dan mendukung suasana sesuai dengan tuntutan naskah.

II. Unsur-unsur dalam lighting.

Dalam tata cahaya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, antara lain :

1. Tersedianya peralatan dan perlengkapan. Yaitu tersedianya cukup lampu, kabel, holder dan beberapa peralatan yang berhubungan dengan lighting dan listrik. Tidak ada standard yang pasti seberapa banyak perlengkapan tersebut, semuanya bergantung dari kebutuhan naskah yang akan dipentaskan.
2. Tata letak dan titik fokus. Tata letak adalah penempatan lampu sedangkan titik fokus adalah daerah jatuhnya cahaya. Pada umumnya, penempatan lampu dalam pementasan adalah di atas dan dari arah depan panggung, sehingga titik fokus tepat berada di daerah panggung. Dalam teorinya, sudut penempatan dan titk fokus yang paling efektif adalah 450 di atas panggung. Namun semuanya itu sekali lagi bergantung dari kebutuhan naskah. Teori lain mengatakan idealnya, lighiting dalam sebuah pementasan (apapun jenis pementasan itu) tatacahaya harus menerangi setiap bagian dari panggung, yaitu dari arah depan, dan belakang, atas dan bawah, kiri dan kanan, serta bagian tengah.
3. Keseimbangan warna. Maksudnya adalah keserasian penggunaan warna cahaya yang dibutuhkan. Hal ini berarti, lightingman harus memiliki pengetahuan tentang warna.
4. Penguasaan alat dan perlengkapan. Artinya lightingman harus memiliki pemahaman mengenai sifat karakter cahaya dari perlengkapan tata cahaya. Tata cahaya sangat berhubungan dengan listrik, maka anda harus berhati-hati jika sedang bertugas menjadi light setter atau penata cahaya.
5. Pemahaman naskah. Artinya lightingman harus paham mengenai naskah yang akan dipentaskan. Selain itu, juga harus memahami maksud dan jalan pikiran sutradara sebagai ‘penguasa tertinggi’ dalam pementasan.

Dalam sebuah pementasan, semua orang memiliki peran yang sama pentingnya antara satu dengan lainnya. Jika salah satu bagian terganggu, maka akan mengganggu jalannya proses produksi secara keseluruhan. Begitu pula dengan “tukang tata cahaya’. Dia juga menjadi bagian penting selain sutradara dan aktor, disamping make up, stage manager, dan unsur lainnya. Dengan kata lain, lightingman juga harus memiliki disiplin yang sama dengan semua pendukung pementasan.

Dari paparan di atas, semuanya dapat dicapai dengan belajar mengenai tata cahaya dan unsur pendukung lainnya.

III. Istilah dalam tata cahaya.

1. lampu: sumber cahaya, ada bermacam, macam tipe, seperti par 38, halogen, spot, follow light, focus light, dll.

2. holder: dudukan lampu.

3. kabel: penghantar listrik.

4. dimmer: piranti untuk mengatur intensitas cahaya.

5. main light: cahaya yang berfungsi untuk menerangi panggung secara keseluruhan.

6. foot light: lampu untuk menerangi bagian bawah panggung.

7. wing light: lampu untuk menerangi bagian sisi panggung.

8. front light: lampu untuk menerangi panggung dari arah depan.

9. back light: lampu untuk menerangi bagian belakang panggung, biasanya ditempatkan di panggung bagian belakang.

10. silouet light: lampu untuk membentuk siluet pada backdrop.

11. upper light: lampu untuk menerang bagian tengah panggung, biasanya ditempatkan tepat di atas panggung.

12. tools: peralatan pendukung tata cahaya, misalnya circuit breaker (sekring), tang, gunting, isolator, solder, palu, tespen, cutter, avometer, saklar, stopcontact, jumper, dll.

13. seri light, lampu yang diinstalasi secara seri atau sendiri-sendiri. (1 channel 1 lampu)

14. paralel light, lampu yang diinstalasi secara paralel (1 channel beberapa lampu).

Seperti yang telah di ungkapkan di atas, secara sederhana hal-hal tersebut adalah yang pada umumnya harus diketahui oleh lightingman, selanjutnya baik tidaknya tatacahaya bergantung pada pemahaman, pengalaman dan kreatifitas dari lightingman. Intinya, jika ingin menjadi ‘lightingman sejati’, Anda harus banyak belajar dan mencoba (trial and error).

ASAS-ASAS PENATAAN CAHAYA

Kursus ini meninjau cahaya dari segi teori dan manfaat mencahayakan suatu pementasan. Tumpuan diberikan terhadap hal-hal berikut:

• Fungsi dan kualitas cahaya

• Aspek rekabentuk dalam cahaya

• Asas elektrik; mengenali bentuk-bentuk seri dan paralel serta menggunakan undang-undang Ohm untuk menyelesaikan masalah tentang arus, rintangan, voltan dan tenaga.

• Aspek optik – iaitu aspek pantulan dan pembiasan cahaya di dalam berbagai permukaan jenis reflektor dan ciri-cirinya tentang pembiasan cahaya.

• Jenis dan fungsi lampu yang digunakan di dalam teater

• Kegunaan warna di dalam pementasan teori warna dan pengawalan warna

• Sistem pemalap [dimmer system] – manual dan memory

• Mencipta ‘light plot’ dan membentuk ‘lighting cues’

10 TRIK APLIKASI WARNA

1. Aplikasi warna cerah pada salah satu elemen luar, misalnya untuk warna merah bata pada pagar, menjadi aksen untuk keseluruhan rumah.

2. Warna netral untuk fasad bangunan lebih baik, tapi jika ingin menggunakan wana cerah, aplikasikan hanya pada satu bidang.

3. Perpaduan warna cokelat dengan hijau dapat membuat atmosfer ruang menjadi lebih tenang.

4. Abu-abu muda serta hijau kecokelatan mampu menghadirkan kecerahan dalam ruangan.

5. Pada warna ruangan yang terlihat monoton, tambahkan cahaya buatan agar ruangan lebih “hidup”.

6. Warna-warna lembut dan cahaya buatan yang temaram dapat memberikan kehangatan dan keakraban suasana pada ruang keluarga dan kamar tidur.

7. Permainan dinding dengan warna natural akan membuat ruangan lebih luas.

8. Warna dinding natural yang berbeda-beda pada setiap ruang akan menciptakan suasana yang berbeda pula untuk masing-masing ruang tersebut.

9. Pagar merah bata, dinding abu-abu tua, dan dinding abu kecokelatan membuat tampilan rumah lebih dinamis.

10. Untuk menghilangkan kesan gelap di kamar mandi, gunakan keramik warna krem pada dinding dan putih pada lantai.

Unsur dekor juga memanfaatkan cahaya untuk membantu suasana tertentu. Misalnya, cahaya terang menyiratkan siang hari, atau cahaya berwarna biru menyiratkan suasana malam hari. Cahaya berwarna juga digunakan untuk memberi aksentuasi pada adegan atau tokoh tertentu.